ORGANISASI PEMBELAJAR, INOVASI DI DESA ANTARA PELUANG DAN TANTANGAN


 By. Erfin

(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa, Sumbawa Indonesia)

Kemajuan tehknologi bukan saja di daerah perkotaan malah sudah membaur di seluruh pelosok-pelosok Desa di Indonesia, kemajuan tekhnologi dan ilmu pengetahuan suata hal yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupann kita sehari-hari, kondisi demikian mengaharus individu ataupun organisasi untuk belajar dalam mengahdapi perubahan tersebut. Lahir nya undang-undang Desa Nomor 6 tahun 2014 merupakan sebuah kepercayaan pemerintah pusat terhadap Desa dimana Desa merupakan subjek pembangunan bukan lagi sebagai objek pembangunan. Pemerintah pusat meletakkan kewenangan yang begitu besar terhadap Desa namun diimbangi dengan tugas dan tanggung jawab yang begitu besar pula. Undang-undang Desa mengamanatkan perubahan disegala sector kehidupan masyarakat Desa, program-program pembangunan Desa agar menciptakan Kesejahteraan Masyarakat Desa sehingga Desa bisa Mandiri dan bermartabat. Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa secara eksplisit memberikan tugas pada Pemerintah Desa yaitu Penyelenggara Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan Masyarakat yang berdasarkan Pancasila, UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Berangkat dari hal tersebut organisasi pemerintah Desa harus betul-betul belajar, untuk menyambut perubahan tersebut, penyesuaian diri terhadap regulasi yang terus berkembang sangat di perlukan oleh sebuah organisasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Organisasi belajar (Learning Organization) adalah suatu konsep dimana organisasi terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri (self learning) sehingga organisasi  tersebut  memiliki ‘kecepatan berpikir dan bertindak' dalam merespon beragam perubahan yang muncul. Secara akademik, pengertian organisasi belajar adalah proses belajar pada tingkat individu, kelompok dan organisasi dengan cara kerja yang simultan.

Organisasi belajar memiliki lima karakteristik utama yang dikenal dengan lima disiplin yang diharapkan dapat mewujudkan organisasi menjadi organisasi yang inovatif (Senge,1990), yaitu : 1. Personal Mastery (penguasaan Diri) 2. Mental Models 3. Visi Bersama 4. Belajar Kelompok 5. Berpikir secara Sistim. Kerja-kerja inovatif sangat diharapkan dalam menyambut kemajuan tehknologi industri dewasa ini, inovasi secara umum merupakan cara-cara baru, atau pengetahuan baru, proses atau jasa, inovasi organisasi mendorong individu untuk berpikir secara mandiri dan kreatif dalam menerapkan pengetahuan pribadi untuk kepentingan organisasi.

Pemerintah Desa harus betul-betul berkerja keras menyesuaikan diri dengan segelumit aturan yang beragam, ini merupakan tantangan yang sangat berat bagi Pemerintah Desa, pembinaan pengawasan sangat di perlukan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang mampu bersaing di segala lini pembangunan Desa yang ada. Pengelolaan Dana Desa merupakan hal yang pokok setiap tahun dilakukan oleh organisasi pemerintah Desa, tentunya pengelolaan dengan sentuhan tehknologi modern sangat diharapkan untuk menunjang kerja yang efisien,efektif, akuntabilitas, transparan, tentu itu dapat dilakukan oleh organisasi yang terus belajar menyambut perubahan, namun semua itu butuh kerja keras, organisasi pembelajar merupakan sebuah peluang Pemrintah Desa dalam meningkatkan kualitas organisasi namun tidak terlepas dari hambatan dan tantangan.

 

Peluang Dan Tantangan Organisasi Pembelajar Di Desa

 

PELUANG

TANTANGAN

-     Ruang Perangkat Desa untuk mengembangkan organisasi

-     SDM Perangkat Desa Rendah

-     Mengembang mental dalam menghadapi persoalan

-     Mental tanggungjawab dalam penyelesaian persoalan kurang

-     Bekerja & berpikir secara sistim

-     Condong bekerja & berpikir Individu

-     Mengembangkan Visi Pribadi menjadi Visi Organisasi

-     visi pribadi tidak di adopsi dalam mengembangkan visi bersama

 

 Memperhatikan tabel diatas ada beberapa peluang penerapan organisasi pembelajar di Pemerintah Desa namun di barengi dengan tantangan Antara lain Rendahnya pendidikan perangkat Desa merupakan tantangan yang kompleks untuk mengmbangkan organisasi Pemerintah Desa, pendidikan merupakan hal yang penting dalam mengembangan organisasi, organisai yang cepat berkembang dan maju tentu di peneuhi oleh orang-orang yang memiliki pengetahun yang baik. Selanjutnya mental perangkat Desa merupakan cara pandang dalam penyelsaian masalah, seringkali di bebankan kepada Kepala Desa, Kepala Desa sebagai kepala Organisasi di Pemerintah Desa menjadi sasaran empuk mempertanggungjawabkan segala permasalahan yang terjadi, Perangkat Desa dengan keterbatasan pengetahuan organisasi nya terlihat bekerja sendiri-sendiri dalam mengerjakan tugas tanggungjawab serta berpikir secara individu, tantangan terakhir yang di hadapi oleh organisasi di Pemerintahan Desa adalah tidak memperlihatkan visi pribadi menjadi dasar pengembangan visi bersama dalam organisasi, sehingga pencapaian Visi bersama sangat lamban, para perangkat Desa bukan tidak memiliki Visi pribadi namun kepala Desa hadir dengan membawa visi misi yang jelas sehingga mereka menganggap visi pribadi mereka tidak dibutuhkan lagi oleh organisasi.

 Peluang Dan Tantangan Inovasi Desa

 

PELUANG

TANTANGAN

-     Perubahan Status Desa menjadi Desa Mandiri

-     Rendahnya Kualitas SDM

-     Pengembangan Sumber Daya Alam di Desa

-     Kurang nya penguasaan Tekhnologi

-     Penggunaan SDM & SDA yang Efisien

-     Keberanian dalam melakukan hal baru karena kurangnya pengetahuan

-     Menciptakan lapangan Kerja Baru

-     Pembangunan fisik menjadi perioritas Utama

 

Memperhatikan tabel diatas ada beberapa peluang penerapan Inovasi di Pemerintah Desa namun di barengi dengan tantangan Antara lain Lemahnya SDM Perangkat Desa dan dibarengi dengan masyarakat Desa yag seolah-olah cuek dengan program dan proses prencanaan di Desa menjadi salah satu hambatan dalam melaksanakan program Inovasi Desa. Pada kenyataannya masih banyak Perangkat Desa yang kurang mampu menggunakan sarana & prasarana teknologi modern dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab. Keadaan ini diperparah lagi dengan SDM Masyarakat yang belum memadai untuk turut berpartisipasi mengelola, mengawasi dan memanfaatkan Dana Desa.  karena minimnya pengetahuan dan keterampilan untuk menggali serta mengembangkan potensi yang ada. Kemudian kurangnya pemanfaatan teknologi menjadi salah satu Factor penyebab kurang berkembangnya kerja-kerja inovatif di Desa.penguasaan tekhnologi hal yang penting sekali untuk menemukan cara-cara baru, terutama sekali dalam memanfaatkan sumber Daya Alam yang ada di Desa, membuka seluas-luas ruang untuk usaha Desa dan masyarakat Desa agar penghasilan masyarakat dan PADes meningkat dari Tahun ke Tahun. Selanjutnya dalam penerapan Inovasi Desa tantangan yang di hadapi adalah kurangnya keberanian dalam membuat terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya Alam yang ada di Desa akibat rendah pengetahuan dan wawasan Perangkat Desa & Masyarakat, bukan berarti semua Masyarakat Desa tidak punya pengetahuan, namun hanya bebarapa persen yang memiliki pengetahuan sehingga musyawarah perencanaan dan perumusan pembangunan sulit mengahasilkan keputusan yang berpihak terhadap pola pikir golongan pendidikan, serta di tambah lagi dengan Visi Kepala Desa yang tidak mencerminkan program-progam yang menunjang pembukaan lapangan kerja baru di Desa, karena visi misi kepala Desa merupakan rujukan awal dari RPJMDes yang dituangkan dalam RKPDes yang menjadi landasan APBDes setiap tahunnya. Tantangan berikutnya dalam program Inovasi Desa adalah masih fokusnya Pemerintah Desa pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur bukan tidak penting tapi kita harus mengaitkan dari segi ekonomi, dan kebutuhan yang mendesak supaya memiliki umpan balik.

Dilihat dari beberapa peluang diatas maka kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa pemerintah Desa harus betul-betul bekerja keras untuk mewujudkan peluang tersebut walaupun dibarengi dengan tantangan yang begitu sulit. Adapun upaya yang dilakukan untuk mewujudkan peluang tersebut adalah :

1.   Peningkatan Sumber Daya Manusia Perangkat Desa secara berkelanjutan

2.   Pemerintah Desa harus mampu memberikan pemahaman yang utuh terhadap masyarakat, dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam.

3.   Memberikan penyuluhan terhadap Masyarakat tentang pentingnya inovasi Desa, karena Inovasi baru bukan hanya diciptakan melainkan di manfaatkan secara berkelanjutan.

4.   Mengembangkan Inovasi yang sesuai dengan ketersediaan sumber Daya Alam yang ada serta sesuai dengan minat masyarakat setempat.

5.   Mengembangkan Inovasi-inovasi yang menunjang peningkatan Pendapatan Asli Desa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama